Tampilkan postingan dengan label tao kebenaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tao kebenaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2015

Nan hua zheng jing bab 10

Bab 10 : kemuliaan orang tao

Ayat 1 : burung gagak makan tikus busuk

Hui zi menjadi perdana menteri raja hui dari liang dan zhuang zi mengunjunginya.

Seorang penasehat hui zi berkata : zhuang zi datang untuk berkunjung kehormatan, tapi ia mengejar pososimu. Ketika hui zi bertemu zhuang zi.

Hui zi bertanya dengan sinis kepada zhuang zi : apa tujuan mengunjungiku ?

Zhuang zi berkata : burung legenda wan chu hidup diselatan dan ketika ia terbang dari selatan ke utara, ia tidak pernah beristirahat dipohon lain selain pohon payung china. Tidak makan apapun selain tunas bambu. Tidak minum selain dari mata air. Suatu hari ia melewati seekor burung gagak yang sedang menarik tikus busuk. Karena takut wan chu mengambil makanannya, burung gagak berteriak !

Zhuang zi bertanya : apakah kamu akan berteriak juga ?

Bagi yang biasa ketenaran dan posisi patut direncanakan. Tapi bagi orang bijak, ketenaran dan posisi seperti losmen dan tidak patut didambakan. Hanya orang bodoh yang mempercayai hasutan orang lain tanpa menyelidiki dahulu, ia akan seperti burung gagak yang menyeret tikus busuk karena takut direbut wan chu, padahal itu bukan makanannya.

Ayat 2 : kegembiraan ikan

Hui zi dan zhuang zi berjalan diatas jembatan, melihat ikan dikolom berenang sambil melompat.

Zhuang zi berkata : ikan-ikan sedang bersenang-senang disana, alangkah gembiranya mereka !

Hui zi berkata : kamu bukan ikan, bagaimana kamu tahu mereka sedang gembira ?

Zhuang zi berkata : kamu bukan saya, bagaimana kamu tahu saya tidak tahu ikan itu senang ?

Hui zi berkata : tentu saja, saya tahu perasaanmu karena saya bukan kamu, tapi sama saja kamu bukan ikan dan kamu tidak tahu apakah ikan itu senang, begitulah.

Zhuang zi berkata : waktu kamu bertanya : bagaimana kamu tahu ikan itu senang, kamu sudah tahu bahwa aku tahu ikan itu senang !

Pendapat hui zi berdasarkan logika, tetapi bila ia menggunakan pengetahuannya dalam bernalar, ia mengabaikan hal lain. Ini yang dikatakan, kalau dua orang yang berpikiran tidak satu jalan mereka mungkin bersahabat, tetapi tidak mungkin hidup bersama.

Nan hua zheng jing bab 9

Bab 9 : pengetahuan orang bijak

Ayat 1 : keberanian orang bijak

Ketika kong hu cu tiba didaerah kuang dinegara wen, penduduk disana menyangka ia penjahat yang hui dan mulai mengepungnya.

Kong hu cu berkata kepada para muridnya :
Jangan panik, diamlah dan dengarkan kata-kataku.

Seorang murid bernama zhou you bertanya :
Kenapa kamu tidak takut, guru ?

Kong hu cu berkata :
Akan ku katakan, zhou you. Tak takut pada naga air adalah keberanian nelayan, pemburu tak takut pada macan, prajurit tak takut pada senjata. Mengetahui naik turunnya nasib dan menghadapi bencana tanpa takut adalah keberanian orang bijak.

Sesaat kemudian, pemimpinnya meminta maaf dan kerumunan itu bubar. Ada naik dan turun dalam hidup manusia, jika sedang surut orang harus mengamati dengan bijaksana dan menanti perubahan dengan tenang. Jika tidak ia akan menjadi stress dan berbuat salah kedua kalinya.

Ayat 2 : katak dalam sumur

Seekor penyu berkulit lunak dari laut timur melewati sumur. Seekor katak didalam sumur berkata : hai ! Kamu mau turun ?

Penyu itu berkata : kamu senang tinggal disitu ?

Katak itu dengan sombongnya berkata :
Tentu, kenapa tidak ? Aku memiliki seluruh sumur ini sendirian, aku seperti raja. Ketika aku lompat, airnya menyangga bahuku dan aku mengapung dengan pipi diatas.

Ketika aku menyelam kedasar, lumpur memijat kakiku. Pada malam hari setelah lelah berenang, aku melompat keluar sumur dan tidur ditepi sumur dan bermimpi hal yang aneh. Waktu fajar menyingsing aku berjalan mengelilingi sumur, aku gembira seperti ini setiap hari. Tapi kepiting dan kecebong kecil yang tinggal disumur tidak sesenang aku, maukah kau datang dan melihatnya ?

Katak itu berkata : tidakkah kamu ingin masuk  ?

Penyu itu berusaha masuk tapi ia tidak bisa masuk dan berkata : tapi sumurmu terlalu kecil, aku tidak bisa masuk.

Katak itu berkata : sumur begini besar ! Bagaimana bisa terlalu kecil ?

Penyu itu lalu berkata : bicara tentang besarnya laut timur memang benar-benar besar.

Katak itu berkata : apakah lebih besar dari sumurku ?

Penyu itu berkata : laut timur begitu besar dan dalam hingga 1000 li tidak cukup untuk menutupi luasnya dan 8000 kaki tidak cukup untuk mengukur dalamnya. Dimasa raja yu terjadi banjir selama sembilan dari sepuluh tahun, tapi isi air laut tidak bertambah. Dimasa raja tang dan dinasti zhang terjadi kemarau selama tujuh dari delapan tahun. Tapi airnya tidak berkurang. Laut timur adalah sesuatu yang nyata. Sumurmu tidak berarti dibandingkan dengannya.

Katak itu berkata dengan marah : dasar penipu.

Sumur membatasi katak, pengetahuan membatasi manusia. Pengetahuan membuatmu besar, tapi juga membuatmu kecil. Jadi kamu harus melebihi pengetahuan. Pengalaman seseorang mungkin dianggap kecil oleh orang lain, tetapi pengalaman orang yang belajar tentang kebajikan tidak akan dianggap besar bagi orang yang tidak punya pengalaman apa-apa.

Ada pepatah yang mengatakan : orang kaya tidak akan tahu bagaimana rasanya miskin bila dilahirkan serba kecukupan, orang miskin tidak tahu bagaimana rasanya kaya bila ia tidak pernah kaya.

Itu sebabnya dalam keadaan susah kita akan tahu bagaimana sifat orang lain dan dalam keadaan senang kita akan terlena dan tidak bisa melihat kebenaran sejati. Temen sejati akan muncul dan ada bila kita dalam keadaan susah dan kalau kita senang orang-orang disekitar kita akan seperti teman sejati. Umur bukanlah patokan yang sebenarnya, pengalaman adalah guru sebenarnya. Semakin kita sering mengalami kesusahan kita semakin dewasa dan membuat kita tahu arti hidup yang sebenarnya. Tidak mudah menyerah dan tidak merubah prinsip itulah inti dari tao yang sejati.

Ayat 3 : belajar gaya handan

Zhuang zi berkata :
Ada seorang anak dari negeri yan pergi ke handan ibukota negara zhao untuk belajar berjalan gaya penduduk handan. Sayangnya selain ia gagal meniru gaya berjalan handan ia bahkan lupa gaya berjalannya sendiri.

Ia pusing dan berpikir : aduh, sekarang aku tidak bisa berjalan ! Akhirnya ia tidak punya pilihan lain selain merangkak pulang.

Mulanya orang membaca untuk mengejar tao agung dan mendapat intinya. Tetapi kemudian ia tersesat dikota buku dan tidak bisa keluar serta semakin jauh dari tao yang sebenarnya. Orang mungkin mencari sesuatu didalam buku-buku / belajar dari orang lain, tetapi ia tidak menyesuaikan dengan dirinya sendiri dan meniru keseluruhannya. Sehingga bukan ia menemukan jati dirinya sendiri, malah ia binggung dan tidak sempurna dalam meniru gurunya, sehingga ia berada ditengah-tengah sifat yang bertentangan dan terjadilah perang dengan hatinya sendiri.

Ia tidak sadar apa yang dilakukan dan merasa ia tidak melakukannya, meskipun dengan bukti dan kenyataan ia tetap menyangkal dan menyalahkan orang lain.orang seperti ini takkan bisa bahagia meskipun ia berada dalam kebahagiaan.

Itu sebabnya ketika kita membaca / belajar pada seseorang belajarlah intinya, bukan meniru apa yang diajarkan. Ini akan membuat kita memahami apa yang tersirat dan dengan begitu kita dapat menemukan jati diri sendiri dan tidak terjebak dalam dua sifat bertentangan.

Ada pepatah yang mengatakan : kitab / guru hanya mengajarkan teori dan dasar, tulisan dan ajaran hanya cara membuka pintu pengenalan diri. Apa yang ditulis dan apa yang diajarkan tidak bisa membuat seseorang ahli dan mengenal diri sendiri. Yang dapat membuat orang mengenal diri sendiri dan mempunyai keahlian adalah latihan dan praktek. Itulah sebabnya semua buku dan kitab hanya berintikan kenali, kendalikan, koreksi dan perbaharui dirimu.

Kamis, 19 Maret 2015

Nan hua zheng jing bab 8

Bab 8 : mencari tao

Ayat 1 : kaisar kuning berkonsultasi kepada guang cheng zi tentang tao

Selama 10 tahun huang ti membimbing rakyatnya. Ketika didengarnya guang cheng zi telah mencapai tao agung, ia mengunjungi gunung.

Huang ti bertanya kepada guang cheng zi :
Aku ingin menggunakan inti surga dan bumi untuk menyelaraskan yin dan yang guna mematangkan tanamam dan membentuk watak rakyatku.

Guang zheng zi berkata :
Keinginanmu mematangkan tanaman dengan tao bisa menghancurkan, tahukah kamu bahwa kebajikan manusia untuk mengubah sesuatu bagaikan menarik tunas untuk tumbuhnya ?

Mendengar ini hati huang ti hancur, ia turun tahta dan menjadi pertapa ditempat terpencil.
Ia berpikir dalam hati : bagaimana aku menjaga jiwaku untuk hidup lama ? Tao agung dari alam kekacauan, tak terang / gelap.

Jangan melihat dengan matamu, jangan mendengar dengan telingamu / berpikir dengan hatimu. Satukan tubuh dan pikiran, capai tahap mati raga, ikuti jalan alam dan menyatulah dengannya. Inilah inti tao tertinggi yang tak dapat dicapai oleh sembarang orang.

Ayat 2 : teman alam

Zhuang zi berkata :
Inti manusia sempurna yang mengikuti kebijaksanaan alam bagaikan hubungan antara tubuh dan bayangannya dan hubungan antara suara dan gema bagaikan pertanyaan yang dijawab dan perasaan yang ditanggapi.

Karena tubuh dan alam adalah satu, ketika berhenti ia tak bersuara. Ketika bergerak ia tak berjejak. Namun demikian ia mampu membawa dunia yang berada dalam kebinggungan kembali ke tao agung.

Mereka yang percaya pada keberadaan diri adalah orang yang hidup dari tiga dinasti ke depan. Mereka yang tak percaya adalah teman alam.

Sikap tidak mementingkan diri sendiri sesuai dengan tao alam. Tubuh manusia merupakan perubahan alam. Jika kamu mencoba memilikinya, berarti mementingkan diri sendiri dan sangat pribadi.

Ayat 3 : orang tus yang membuat roda

Dulu ketika adipati huan sedang membaca di aula, pian si pembuat roda membuat roda di halaman.

Setelah tugasnya selesai pian mendekati adipati huan dan bertanya : boleh kutahu buku apa yang anda baca ?

Adipati huan berkata : aku membaca kata-kata orang bijak.

Pian bertanya lagi : masih hidupkah mereka ?

Adipati huan berkata : tidak.

Pian berkata sambil tertawa : ha ! Ha ! Ha ! Jadi yang anda baca adalah buangan orang meninggal.

Sang adipati itu marah dan berkata : apa katamu ? Katakan alasanmu kalau tidak kamu akan kuhukum mati.

Pian berkata : jangan marah yang mulia. Saya seorang pembuat roda dan menggunakan proses pembuatan roda sebagai kiasan. Ketika saya memahat roda dengan cepat, saya menghemat tenaga tapi rodanya tidak bundar. Kalau lambat saya menggunakan banyak tenaga tapi rodanya bundar. Keahlian membuat roda terbaik bukan cepat / lambatnya, tapi dengan kekuatan yang benar. Tapi saya tidak bisa menurunkan keahlian ini pada putraku, karena itu saya masih membuat roda diusia 70 tahun.

Jadi kebijakan orang bijak tidak bisa diturunkan, karena itu bukankah buku yang anda baca merupakan buangan dari yang meninggal ?

Seniman hanya bisa mengajarkan aturan dasar, bukan rahasia suksesnya. Ahli pedang hanya mengajarkan gaya dasar bukan keahliannya. Orang pandai selalu menilai kata-kata dalam buku dan tidak mengetahui bahwa yang tersirat lebih berharga, itulah sebabnya orang yang mengingat cerita bukanlah pembaca yang baik.

Jadi guru dan kitab hanya sebuah teori dasar sebagai arahan, tetapi inti dan kebenaran serta keahliannya harus dipelajari dan ditemukan serta dibuktikan sendiri. Tidak ada guru / kitab yang meskipun dikatakan bisa menjadikan orang menjadi dewa, tidak akan bisa. Karena itu semua teori dasarnya saja, yang bisa adalah dirimu sendiri.

Ada pepatah yang berkata :
Orang yang mempelajari bentuk dan kulitnya saja ia takkan tahu rasa dan intinya, ia akan berkata-kata meniru orang lain tanpa tahu bagaimana sebenarnya. Jadi guru yang baik adalah guru yang membiarkan para muridnya mencari sendiri kebenaran dari ajarannya, bukan memaksa muridnya mempercayai apa yang dikatakan tanpa mencari kebenaran.

Ayat 4 : langit dan bumi, matahari dan bulan

Zhuang zi berkata :
Apakah langit bergerak ? Apakah bumi diam ? Apakah matahari dan bulan bergantian bersinar ? Apa yang mengatur langit dan bumi ?  Matahari dan bulan ? Apakah awan untuk membuat hujan ? Atau sebaliknya ? Semua itu alami.

Alam bergerak alami dan tidak pernah berpura-pura itulah tao alam yang sebenarnya.

Ayat 5 : burung camar dan burung gagak

Kong hu cu mengunjungi lao zi untuk berdiskusi tentang kebaikan dan kebenaran. Kong hu zu bertanya kepada lao zi tentang konsep kebaikan dan kebenaran.

Lao zi berkata :
Putihnya burung camar bukan karena ia mandi setiap hari. Hitamnya burung gagak bukan karena ia dicelup setiap hari. Hitam dan putih adalah alami, kamu tidak bisa mengatakan ini bagus dan itu tidak bagus. Kamu membedakan baik dan buruk dengan konsep kebenaran. Bagi manusia yang mengerti tao, kamu membuat k:
esalahan seperti burung gagak dan burung camar.

Jangan coba-coba memaksakan pikiranmu kepada orang yang tidak berpikiran sama ini karena akan membuatmu dianggap egois dan selalu memaksakan kehendak. Meskipun kamu dan orang itu saling mencintai bila tidak ada persamaan pikiran dan saling memahami ini tidak akan berlangsung lama dan tidak lama lagi terjadi saling memaksa dan terjadi perpisahan.

Ayat 6 : kong hu cu melihat naga

Setelah bertemu lao zi, kong hu cu tetap tinggal selama tiga hari.
Para muridnya bertanya kepada kong hu cu :
Guru, apa yang anda ajarkan kepada lao zi ?

Kong hu cu berkata : aku melihat naga, ia mengikuti arah yin dan yang dan tak pernah berubah. Aku terpesona, bagaimana aku bisa mengajarnya.

Bagi kong hu cu, lao zi telah mencapai tao alam dan memiliki kapasitas tak terbatas untuk berubahan. Kata-kata menjadi tidak berarti bila berhadapan dengan orang tao, karena orang tao tidak melakukan perbuatan yang tidak benar dan ia hanya mengikuti alam yang sebenarnya.

Itu sebabnya ada pepatah yang mengatakan :
Orang tao tidak dapat dikalahkan dan tidak pernah menang, ia dapat kelihatan mudah terkalahkan tetapi sangat sulit dikalahkan. Yang berusaha mengalahkan akan kalah, yang berusaha memaksakan kehendaknya malah mengikuti. Bagaikan berhadapan dengan bayangan diri sendiri. Merasa kenal dengan baik ternyata yang dilawan adalah bayangan dari diri sendiri. Merasa sangat dekat tetapi bila diserang merasa sangat jauh. Inilah ajaran tao yang seperti bulan memantulkan cahaya matahari. Ia tidak menambah dan mengurangi cahaya pantulan matahari kepadanya.

Ayat 7 : jangan mencocok hidung sapi jantan

Zhuang zi berkata :

Dewa sungai kuning bertanya kepada dewa laut utara :
Apakah alam ? Apakah perbuatan manusia ?

Dewa laut utara berkata :
Sapi jantan dan kuda memiliki empat kaki, ini alam. Kuda diberi pelana, tali kekang dicocokan ke hidung sapi jantan, itu perbuatan manusia.

Pengetahuan, etika dan hukum buatan manusia bertentangan dengan alam. Sama dengan mencocok hidung sapi jantan dan mempelanai kuda. Manusia aslinya dapat tahu kalau perbuatannya salah, tetapi harus dengan pengalaman pahit dulu ia baru sadar. Maka dibuatlah etika, pengetahuan dan hukum agar manusia tidak perlu mengalami hal tersebut.

Ayat 8 : angin dan ular

Zhuang zi berkata :
Nao adalah makhluk berkaki satu dan xian mempunyai seratus kaki.

Nao bertemu xian dan berkata :
Aku lebih cocok berjalan dengan satu kaki, bagaimana caranya mengatur kaki yang banyak itu ?

Xian berkata sambil pergi :
Aku meluncur dengan bantuan alam, mudah saja.

Ketika itu xian bertemu ular dan bertanya :
Aku bergerak dengan banyak kaki, tapi masih tertinggal oleh kamu yang tidak berkaki, mengapa ?

Ular itu menjawab :
Aku bekerja sesuai cara alam, aku tidak perlu kaki. Angin tidak berbentuk, tapi datang dan pergi seenaknya, hebat bukan ?

Angin itu berkata : ya, aku bergerak cepat dengan cepat, tapi mata hebay dariku. Mereka hanya melihat dan sampai ketujuan. Tapi hati lebih hebat, hanya berpikir dan sampai ketujuan, tapi aku bisa merobohkan pohon dan rumah, inilah aku.

Alam mempunyai kegunaan yang berbeda bagi kita, tidak ada yang lebih besar / lebih kecil. Dari alam kita dapat mendapatkan sesuatu yang tidak ada dimanapun yaitu kebersamaan dan keteraturan.

Nan hua zheng jing bab 7

Bab 7

Ayat 1 : alam ini bagaikan hercules

Alam ini bagaikan hercules, bekerja tanpa henti.
Alam memberiku tubuh, ia memperkerjakanku untuk mempertahankan hidupku, ia membawaku pada ketuaan dengan waktu, ia memberikan istirahat yang kekal dengan kematian.

Alam bisa berubah, bila manusia menyesuaikan dengan perubahan itu, ia bisa terbebas dari kegembiraan dan ketakutan dan tak melihat perbedaan antara hidup dan mati.

Ayat 2 : tao yang dilupakan

Zi gong bertanya kepada kong hu cu :
Guru, mengapa anda berkeliling negeri serta membuatmu terikat dengan praktik ritual dan pendidikan ?

Kong hu cu berkata :
kita bisa menarik diri dari dunia ini sementara waktu !

Zi gong bertanya :
caranya ?

Kong hu cu berkata :
Ikan berada dalam unsurnya diair, manusia berada dalam unsurnya dengan praktek tao. Ikan yang berenang dengan bebas disungai lupa bahwa ia hidup diair, selama hidup dialam, manusia yang melaksanakan tao amat bahagia dan senang hingga melupakan keberadaan tao. Ikan bertanya dimana air itu, manusia bertanya dimanakah tao itu.

Manusia bukan unsurnya jika hatinya dipenuhi segala pengetahuan yang berkotak kotak, menembus pengetahuan dan melewatinya itu penting. Maka dari itu pengertian segala ilmu pengetahuan itu adalah sama yaitu membuat manusia lebih mengenal dirinya sendiri, lingkungan dan orang lain.

Ayat 3 : nyanyian zi sang tentang kemiskinan

Zi yu dan zi seng bersahabat karib. Suatu hari setelah hujan selama berbulan bulan zi yu mengunjungi zi shang untuk memberi beras.

Waktu itu zi sang lagi mengeluh dan berkata : oh ayahku ! Oh ibuku ! Surga ! Manusia !

Zi yu bertanya : apa yang terjadi.

Zi sang berkata : aku sakit berhari-hari aku berpikir siapakah yang membuatku miskin ? Orang tua ku kah ? Surga dan bumikah ? Orang tuaku tak menentangku, juga surga dan bumi. Kemiskinan ini pasti memang nasibku.

Semua diluar jangkauan manusia disebut nasib. Apakah kamu dilahirkan sebagai pengemis / pangeran ? Itu diluar jangkauan kehendakmu. Manusia harus bisa menerima nasib dan hidup sesuai dengan tao yang terus berubah.

Ayat 4 : menggali sungai dibawah laut.

Jian wu menemui jie yu dan bertanya : apa yang ri zong shi katakan padamu ?

Jie yu berkata : ia bilang penguasa harus memerintah sesuai dengan hukum dan norma yang diterapkannyanya agar rakyat rela. Itu kekeliruan, bukan kebenaran. Memerintah dengan cara itu seperti menggali sungai dibawah laut / menyuruh nyamuk memikul gunung.

Hukum buatan manusia hanya sementara saja / transisi saja. Untuk mencapai perdamaian, manusia harus menjalankan hukum alam.

Ayat 5 : apakah kaki bebek terlalu tinggi.

Apa yang panjang secara alami tak akan terlalu panjang, sebaliknya apa yang pendek secara alami tak akan terlalu pendek.

Kaki bebek tampak pendek, tapi kamu tidak bisa memperpanjangnya, kalau dipaksa bebeknya menderita.

Kaki bangau tampak amat panjang tapi kamu tak bisa memperpendeknya, kalau dipaksa banggaunya menderita.

Bebek berkaki pendek mempunyai paruh pendek. Bangau berkaki panjang memiliki leher panjang yang satu melengkapi yang lain.

Jangan mengukur panjang dengan standar manusia. Perhatikan penggunaan alami, Maka kamu akan tahu bahwa panjang tak terlalu panjang dan yang pendek tak terlalu pendek. Jangan mengukur / berprinsip dengan prinsipmu saja bila mau berteman.

Ayat 7 : ada tao dalam perampok

Dao zhi adalah pencuri terkenal dijaman dahulu.

Suatu kali anak buahnya bertanya :
Yang mulia, apakah pencuri seperti kita juga melakukan tao ?

Dao zhi menjawab :
Tentu saja, pemimpin bisa meramalkan dimana barang berharga disembunyikan. Kita menyebutnya kebajikan.
Ia memimpin pembongkaran rumah, kita menyebutnya keberanian.
Ketika selesai bekerja, ia yang terakhir meninggalkan tempat, kita menyebutnya kesetiakawanan.
Ia mempertimbangkan situasinya dengan hati-hati sebelum bertindak, kita menyebutnya akal.
Ia membagi hasil curian dengan adil, kita menyebutnya kebajikan.
Tak seorang pun cocok menjadi pemimpin tanpa melakukan lima etika ini !

Orang bijak tak bisa melakukan kebaikan jika ia belum mendapatkan kebajikan dari orang bijak. Orang jahat menggunakan etika orang bijak sebagai jimat. Mereka tak bisa sukses menjadi penjahat tanpa meminjam etika tersebut.

Tapi orang jahat lebih banyak dari orang bijak, jadi tao orang bijak lebih membahayakan dari pada menguntungkan bagi orang banyak.

Jadi orang jahat juga bisa berbuat kejahatan bila tak memiliki kebajikan orang bijak, jadi berhati-hatilah kebajikan orang bijak juga dapat disalah gunakan oleh orang jahat. Jadi tidak ada ilmu yang baik dan yang jahat yang ada hanya orang yang menyalah gunakan ilmu tersebut.

Selasa, 17 Maret 2015

Nan hua zheng jing bab 6

Bab 6.

Ayat 1 : pohon dewa bumi

Seorang ahli tukang kayu dan muridnya pergi ke negara qi untuk membangun rumah. Dijalan mereka menemui sebuah pohon raksasa disebelah kuil untuk menghormati dewa bumi yang puncaknya hampir menyentuh awan.

Ia melihat dan berkata :
Aku tak peduli. Para muridnya heran dan bertanya tuan ! Tuan ! Kami tak pernah melihat pohon sebesar itu sejak menjadi muridmu. Mengapa tidak berhenti untuk melihatnya ?

Ahli tukang kayu itu berkata :
Lupakanlah ! Itu pohon yang tak berguna. Jika kamu membuat tiang ia akan menghasilkan cacing dan jamur. Pohon ini tak berguna, untuk apa melihatnya ? Bila kamu buat perahu dari kayunya, perahu itu akan tenggelam. Jika membuat ember, ia takkan kuat.

Malam itu tukang kayu bermimpi aneh. Ia didatangi pohon dewa bumi itu dan berkata :
Bicaramu tak masuk akal menyebutku pohon tak berguna ! Bukankah orang akan menebangku jika aku berguna / bagaimana aku bisa bertahan sampai sekarang ? Dan sudut pandang pohon berguna adalah bencana, pohon paling pintar adalah yang tak berguna. Sang tukang kayu itu meminta maaf dan berkata : tampaknya anda pohon yang bijaksana.

Maka berguna dan tak berguna tidak mempunyai ketentuan yang jelas yang ada dari mana kita melihatnya, bila berguna dan tidak berguna dipertentangkan itu akan menyebabkan masalah yang tidak habis habisnya. Dari pada begitu lebih baik mengerti dan tidak perlu mengurusi hal tersebut. Tetapi bila ingin menjadi sahabat seumur hidupmu, lebih baik menggunakan pikiran yang sama. Jadi yang dianggap berguna ia disepakati berguna dan yang tidak berguna disepakati tidak berguna.

Ayat 2 : riwayat pohon

Diwilayah ling shi di negara song sangat cocok untuk ditanami bunga terompet, cadar dan mulberi, begitu mereka tumbuh sebesar kepalan tangan mereka dipotong untuk dibuat kandang monyet. Pohon yang tumbuh lebih besar dipotong untuk membuat rumah.

Sadangkan yang paling besar untuk peti mati orang kaya. Pohon ini tidak pernah menikmati umur panjang dan mati satu per satu di tengah usia.

Dalam upacara memberi tumbal kepada dewa sungai, sapi dengan tanda putih didahinya, babi bermoncong tinggi dan orang bertompel tak pernah dijadikan sebagai persembahan karena dianggap sial.

Beberapa orang yang mampu beradaptasi menampilkan diri sebagai orang yang sial dan tak mampu, dapat melindungi diri dari bencana dunia.

Yang cantik dan yang jelek memiliki kualitas unik, tak perlu membedakan antara yang baik dan yang buruk, beruntung / sial. Karena selera orang berbeda-beda dan apa gunanya memaksakan diri dan berubah menjadi orang lain, dengan menjadi diri sendiri dan tak berbuat aneh-aneh serta tulus kamu akan menjadi pilihan bagi yang mau mencari sifat seperti kamu.

Ayat 3 : sangat aneh

Ada seorang yang dilahirkan dengan kepala bungkuk dibawah pusar, pundak lebih tinggi dari kepala dan rambutnya berdiri. Kelima organnya miring dan pinggangnya terjepit diantara pahanya. Ia bernama zhi li shu.

Ia bisa mengidupi dirinya dengan mencuci dan menambal pakaian orang. Dengan meramal ia bisa memberi makan selusin orang. Ketika semua anak muda dipaksa masuk tentara, ia dapat berjalan dengan langkah besar tanpa ada yang memperdulikannya.

Ketika pejabat pemrintahan membagikan bantuan bagi orang miskin, zhi li shu dianggap pantas menerima banyak kayu dan beras.

Orang bijak tidak peduli pada cacat tubuh dan kejelekan wajahnya. Cacat dan kejelekan wajahnya dapat menyelamatkan orang dari bencana dan malapetaka.

Ayat 4 : minyak habis terbakar

Pohon ditebang untuk dijadikan gagang kapak yang akan digunakan untuk menebang kayu.
Minyak digunakan untuk menyalakan api dan akhirnya habis terbakar.
Pohon kayu manis bisa dimakan, ia ditebang dan dimakan manusia.
Pohon pernis digunakan untuk anti karat dan kulitnya dikerat diambil getahnya.
Banyak orang didunia tahu untungnya menjadi berguna sedikit yang tahu untungnya menjadi tak berguna.

Tokoh sejarah seperti shang yang, wu chi, su qin dan zhang yi adalah orang pintar, tapi semua mati mengerikan. Kepintaran kadang-kadang menjadi senjata yang membunuh diri sendiri. Menjadi terkenal terkadang malah membuat masalah. Berbuat aneh-aneh dan cari perhatian terkadang membawa kita dalam kesulitan.

Ayat 5 : penjaga macan

Menjaga macan adalah hobi berbahaya. Penjaga macan yang ahli tak pernah memberinya makan hewan hidup. Karena bila macan harus berjuang untuk mendapatkan mangsanya akan merasa sangat tertantang. Bila naluri agresifnya dibiarkan, akibatnya bisa mengerikan.
Karena itu penjaga macan harus peka terhadap tempramen hewan itu agar dapat mengendalikannya. Dengan kepekaan itu macan bisa menjadi sejinak kucing.

Macan juga memiliki tempramen dan bila kamu mengikuti kecendrungan ini, binatang itu takkan galak dan menakutkan sama sekali. Manusia juga mempunyai bermacam-macam tempramen, bila kamu memancing keributan pada orang yang sangat keras maka kamu akan diserang dan dihancurkan.
Tetapi bila kamu bersifat sebaliknya belum tentu kamu disakiti. Jadi selidiki dahulu kehidupan dan masa lalunya itu semua akan membangun sifat dasarnya. Bila tidak, meskipun ia terlihat lembut dan bodoh tetapi kalau sifat dasarnya sangat keras dan kamu melawan dengan kekerasan maka siap-siaplah untuk dihancurkan olehnya. Karena ia sangat ahli dan terbiasa hidup dengan keras.

Senin, 16 Maret 2015

Nan hua zheng jing bab 4

Bab 4 : mimpi dan kenyataan

Ayat 1 : mimpi sang pertapa

Chang wu zi sang petapa bertanya kepada qu que sang bijak :
Pemimpin sering tidak sadar ia bermimpi dan dalam mimpinya itu ia bertanya kepada dewa tentang nasibnya. Ia tahu bahwa ia hanya bermimpi ketika bangun.

Qu que menjawab :
Hanya orang yang diterangi, yang tahu bahwa hidup adalah mimpi besar dan orang bodoh mengira mereka diterangi.

Chang wu zi berkata : kamu dan saya bermimpi, bahkan ucapanku bahwa kau bermimpi adalah dalam mimpi.

Hanya mereka yang ragu ( bukan binggung ) dapat diterangi, orang bodoh selalu mereka diterangi, sehingga mereka terkecoh dalam analisis akhir. Orang yang paling merasa paling seorang pemimpi dan ia akan bangun, tetapi ia sedang bermimpi ia berada ditengah-tengah orang lain tetapi ia merasa kesepian. Ia tidak dapat membedakan khayalan dan kenyataan, serta kenyataan dan khayalan. Bila ini terjadi orang tersebut akan berkata ia suka dan mau orang itu, tetapi ketika orang yang disukai datang ia menunjukkan sikap tidak mau. Jadi tidak ada hubungan dikatakan ada hubungan, tak berhubungan tetapi merasa sudah menjadi miliknya. Ia tidak melihat kenyataan bila tak ada kemajuan, tetapi ia sudah berpikir ada kemajuan yang sangat besar. Inilah penyakit kejiwaan yang terbanyak.

Ayat 2 : dialog antara bayangan

Zhuang zi berkata :
Wang ling adalah bayangan dari bayangan. Suatu hari ia memanggil tuannya. Kamu selalu berjalan, berhenti, duduk dan berdiri kenapa ?

Tuannya berkata :
Karena aku bergantung pada sesuatu, aku tak bisa apa-apa. Ular bergantung pada sisiknya untuk meluncur, jangkrik bergantung pada sayapnya untuk terbang.
Tapi begitu mereka mati, mereka tak dapat terbang / meluncur dengan sisik dan sayap itu.

Hukum alam adalah hukum perubahan tanpa penguasa / rakyat permanen. Untuk menjadi bagian dari alam, kita tidak dapat bergantung pada apapun. Ini juga berlaku pada manusia, bila ia bergantung pada seseorang dan hanya mempercayai dan tak mempercayainya hatinya serta tak mau belajar tentang kehidupan dan baik buruk manusia, maka ia akan hidup merana dan sangat kehilangan bila orang itu tiada. Umur manusia tidak ada yang dapat menduga dan memperkirakannya, bila seseorang hidup hanya menggantungkan hidupnya dan berpikir ia akan dilindungi terus-menerus maka ia takkan dapat dewasa.

Ayat 3 : mimpi zhuang zi tentang kupu-kupu

Suatu senja zhuang zi bermimpi menjadi kupu-kupu. Sambil mengepakan sayapnya merasa seperti kupu-kupu dan sangat senang. Pada saat itu ia lupa sama sekali bahwa kupu-kupu itu adalah dirinya sendiri, jadi apakah zhuang zi yang menjadi kupu-kupu / sebaliknya.

Zhuang zi bisa menjadi kupu-kupu dan kupu-kupu bisa menjadi dirinya. Itu terjadi karena pikiran zhuang zi sendiri. Orang bisa merasa paling hebat dan dibutuhkan, orang bisa merasa dirinya paling baik dan cantik, tetapi ini semua hanya dalam pikiran orang lain. Bila ia tidak mau tahu bagaimana penilaian orang lain dan tak mau mengenal diri sendiri maka ia bagaikan zhuang zi yang menjadi kupu-kupu.

Ayat 4 : tiga di siang hari dan empat di malam hari

Seorang pengasuh monyet memberi monyet-monyetnya kacang.
Suatu hari ia berkata pada monyetnya :
Misalnya kuberi kalian tiga liter kacang dipagi hari dan empat liter dimalam hari ? Para monyet itu protes dan tak mau.

Pengasuh monyet itu berkata lagi :
Kalau begitu akan kuberikan empat liter dipagi hari dan tiga liter dimalam hari. Para monyet itu mau.

Sebenarnya tiga liter kacang dipagi hari dan empat liter dimalam hari sama dengan  empat liter dipagi hari dan tiga liter dimalam hari. Tapi itu merubah perasaan monyet tersebut. Apakah kita manusia membuat kesalahan yang sama seperti monyet ? Pikirkan baik-baik.

Ayat 5 : hui shi bersandar pada payung china ?

Hui shi terkenal dengan kepandaiannya berpidato dan sering terlibat dalam perdebatan sepanjang hidupnya. Bila ia merasa lelah setelah berdebat, ia akan bersandar dipohon payung china untuk beristirahat.
Suatu saat ketika bersandar dipohon ia menyadari bahwa perdebatan itu tak penting. Lalu ia berhenti melakukan kegiatan itu.

Apakah kamu menang dengan mengalahkan lawanmu melalui kepandaian bicara ?
Pikiran bahwa kamu berhasil membuatmu gagal. Jadi sia-sialah orang yang suka berdebat dan berbicara, tetapi sebenarnya ia tak tahu dimana yang benar dan mana yang salah, tetapi apapun yang dikatakan dan dibicarakan tak akan menang dengan kenyataan yang terjadi.

Ada pepatah yang berkata :
Lidah tak bertulang, kenyataan tak dapat dipungkiri. Alasan bisa dicari, bukti bisa ditutupi, tetapi kebenaran adalah kebenaran, kenyataan adalah kenyataan. Dengan bukti dan kenyataan kita dapat menilai seseorang, orang yang menyembunyikan dirinya dan membuat kenyataan palsu jangan menyalakan orang yang menilainya.

Nan hua zheng jing bab 3

Bab 3.

Ayat 1 : musik bumi

Suatu hari nan gou zi qi duduk bersandar pada meja teh, kepalanya menegadah. Kemudian ia mencapai tahap lupa akan keberadaannya.

Zi you bertanya :
Tuan, anda tampak berbeda hari ini.
Katakanlah, bisakah tubuh manusia menjadi daun kering dan hatinya menjadi debu ?

Nan gou zi qi berkata :
Pertanyaan yang baik zi you. Sejarang saya mencapai tahap dimana saya melupakan diri. Tahukah kamu bahwa kamu telah mendengar musik seruling dari manusia, tapi kamu belum mendengar musik dari bumi. Dan bahkan bila kamu telah mendengar seruling bumi, kamu belum mendengar musik dari surga.

Musik seruling dari manusia berasal dari seruling logam / bambu.
Sedangkan musik seruling dari bumi adalah suara angin.
Udara yang dipancarkan bumi adalah angin dan ketika angin bertiup.
Semua lubang dan rongga bersuara.
Beberapa lubang di gunung, hutan dan pohon, seperti hidung, mulut dan telinga manusia.
Sebagian seperti lingkaran dan lesung, dan lainnya seperti kolam yang dalam dari lubang yang dangkal.

Suara dari lubang ini mirip badai / anak panah / pertengkaran / nafas.
Ia bisa sumbang / merdu, dalam / penting.
Semua lubang menjawab serentak ketika angin kuat berlalu.
Semua lubang tenang kembali, hanya ranting-ranting bergoyang.
Inilah yang ku katakan musik bumi.

Suara ini tidak membawa rasa marah, sedih, gembira / bahagia. Perasaan itu ada bila telinga manusia mendengar seruling dan tidak akan ada ketika mendengarnya dari alam. Karena itu rasa tersebut adalah buatan manusia bukan alam.

Ayat 2 : zhao wen berhenti bermain gu zheng

Zhao wen adalah seorang pemusik terkenal yang pandai bermain gu zheng / harpa.
Tapi akhir-akhir ini ia berhenti bermain. Karena akhirnya ia sadar bahwa bila ia menekan satu nada untuk bermain musik, suara nada lain hilang. Tapi bila alat musik tidak dimainkan, kelima nada musik tradisional china bisa dipertahankan. Suara alam adalah satu-satunya suara yang utuh.

Prinsip dibalik bermain musik buatan manusia dan ukiran adalah sama. Bila hasil akhir terbentuk, bagian kayu lainnya rusak / hilang dalam proses. Ini juga berlaku pada hubungan manusia harus ada yang dikorbankan / sifat dan kebebasan yang dibuang dalam berhubungan dengan manusia kalau ingin abadi, jadi dalam keluarga / organisasi / berteman masing-masing individu harus mengorbankan sifat-sifat semaunya sendiri / sifat yang negatif / kebebasannya kalau mau menjalankan kebersamaan dan tidak saling memaksakan kehendak dan maunya sendiri / egois.

Ayat 3 : apakah wang ni tahu ?

Ada seorang bertanya kepada wang ni :
Tahukah kamu tentang standar umum yang bisa diterapkan untuk memperoleh pengetahuan ?

Wang ni menjawab : mana kutahu ?

Orang itu berkata : sangat mengecewakan.

Wang ni menjawab : mengapa mengecewakan ?

Bisakah kamu bilang tahu yang kukatakan sebenarnya tak tahu dan tak tahu yang sebenarnya tahu ?
Coba kutanya : jika orang tidur ditempat basah ia akan terkena artritis, apakah ikan juga ?
Jika seseorang ada diatas pohon, ia takut ketinggian, apakah monyet juga ?
Habitat manusia, ikan lumpur dan monyet berbeda mans yang kau jadikan standar ?

Orang itu berkata : kamu benar ! Standar berbeda bagi tiap kelompok !

Wang ni menjawab : itu dia !
Orang suka makan daging, rusa suka makan rumput, kelabang suka makan ular dan gagak suka makan tikus. Makanan mereka berbeda, manakah yang bisa menjadi standar makanan ?

Tak ada standar umum yang bisa diterapkan untuk pengetahuan duniawi dan standar buatan manusia bukanlah standar mutlak. Jika kamu mengira yang relatif itu mutlak, maka kamu semakin jauh dari kebenaran. Ini berlaku dengan sifat dan hubungan manusia kalau manusia hanya dibagikan menjadi beberapa kategori saja maka manusia bukan makhluk yang sempurna dan mudah ditebak.

Jadi rasakan dahulu baru kita akan tahu indahnya hubungan sesama manusia. Kalau tidak kamu takkan dapat membedakan dan merasakan hubungan teman / hubungan sahabat / hubungan akrab / hubungan penuh kepura-puraan / hubungan saling membutuhkan, itupun takkan sama antara satu dengan yang lain. Cobalah berhubungan dan berani mendekati baru kamu bisa merasakan, kalau belum apa-apa kamu sudah tidak mau dan langsung menfonis / keras kepala / menuruti teori yang dipakai orang lain, maka kamu tidak akan pernah tahu antara perbedaan hubungan didunia ini.

Ada pepatah yang mengatakan :
Tak ada yang sama didunia ini, tak ada yang hidup didunia ini mengalami hal yang sama, tak ada orang mengalami kebahagiaan yang dirasakan orang lain, tak ada orang yang mampu merasakan kesedihan orang lain, tak ada yang dapat menyelesaikan masalah orang lain. Yang ada adalah rasa yang dirasakan oleh orang tersebut dan apa yang dirasakan oleh semua orang didunia itu adalah sama.

Ayat 4 : apakah xi shi cantik ?

Zhuang zi berkata :
Jika dari semua kita menamai surga adalah kuda dan bumi adalah jari, maka surga dan bumi tak lebih dari kuda dan jari.
Bagi lelaki xi zi cantik, tapi bagi ikan ia mungkin menyelam ke dasar sungai ketika melihat xi shi.
Apa yang dianggap orang benar adalah kebenaran dan yang dianggap salah adalah kesalahan, tapi apa kriteria benar dan salah ?

Jika manusia menciptakan pengetahuan dari pandangannya, ia terperangkap oleh lingkaran pengetahuan buatannya sendiri. Jika manusia menggangap apa yang diketahui itu benar dan yang ia lakukan paling benar, maka ia menjadi orang yang egois dan tak mau tahu orang lain. Jadi bila kita hanya hidup dan berpikir menurut pikiran kita sendiri dan tak mau tahu pikiran orang lain serta akan memaksakan pikiran kita pada orang lain itu sama saja kita mencari teman / sahabat orang-orang yang jahat dan penuh tipuan, kalau kita mendapat masalahia tak mau tahu dan menyalahkan kita sendiri. Kalau kita berhasil ia mengatakan semua itu adalah ia yang mengajari.

Itulah teman-teman yang mencelakakan dan menyesatkan. Maka dari itu lihatlah diri kita sendiri dan lihatlah orang lain bila kita ingin menjadi temennya kurangi ego kita dan coba dekati bila ia memaksakan kehendaknya, maka hati-hatilah buatlah batas sebagai teman. Jangan coba menekan temenmu kalau kamu tak mau ditinggal pergi / hanya sebatas teman / kenalan saja.

Ada pepatah yang mengatakan :
Tak ada teman sejati dan tak ada musuh sejati yang ada adalah kepentingan sejati. Tak ada cinta yang tak egois dan tak ada cinta yang abadi yang ada cinta yang dipelihara dan dipupuk terus-menerus.

Ayat 5 : air mata putri li

Zhuang zi berkata :
Ketika putri li menikah dengan bangsawan xian dari negara jing, ia sangat sedih dan menangis terus hingga pakaiannya basah. Setelah beberapa lama tinggal diistana jing, tidur dikasur empuk dan makan enak. Ia menyadari kebodohannya menangis dihari perkawinannya.

Setiap orang takut mati, tapi siapa tahu kita akan menyesali kelahiran kita ?
Setiap orang takut perubahan tetapi siapa tahu perubahan akan membuat kita bahagia. Setiap orang takut karena salah, tetapi siapa tahu kalau kita meminta maaf kita dapat lebih lega. Setiap orang takut kebebasannya diambil, tetapi bila kita mengurangi kebebasan kita mungkin kita lebih bahagia. Bukanlah ini sama dengan perasaan putri li sebelum dan sesudah pernikahannya ?

Nan hua zheng jing bab 2

Bab 2 : berguna dan tak berguna

Ayat 1 : labu besar hui shi

Hui shi berkata :
Raja wei memberiku bibit labu besar,
Aku menanamnya dan buahnya tumbuh cukup besar untuk menampung lima hektoliter beras.
Tetapi kualitas labu ini sangat jelek, sehingga bila diisi air mereka pecah begitu saya angkat.
Dan jika dibelah menjadi dua, mereka terlalu dangkal untuk menampung air.
Labunya memang besar, tapi tak berguna. Jadi kupecahkan saja.

Zhuang zi berkata :
Sayang sekali kamu hanya tahu bagaimana menggunakan benda besar !
Labu itu sangat besar, mengapa tidak membungkusnya dengan jaring.
Lalu kamu bisa mengikatnya di pinggang dan mengapung di air.

Berguna dan tidak berguna adalah kualitas yang relatif. Hui shi pikir air bisa dapat dibawa didalamnya / diluarnya juga.

Jadi satu ide tidak berhasil, kamu harus mengubah cara pikirmu dan hasilnya akan menakjubkan !
Pemikiran begitu disebut menghasilkan kegunaan dari yang tidak berguna.

Ayat 2 : ramuan rahasia penduduk song

Suatu suku dari negara song sangat mahir membuat sejenis salep.
Jika dioleskan pada kulit salep itu mencegah berbagai kerusakan kulit.
Karena itu generasi mereka berdagang kain katun celupan.

Suatu hari datang seseorang yang mendengar tentang hal itu dan membelinya seharga 100 tael emas.
Ia menawarkan ramuan rahasia itu kepada raja wu dan menjelaskan kegunaanya dalam urusan militer.
Saat itu wu dan yue sedang berperang.

Setelah raja wu memiliki ramuan rahasia, ia memulai perang di sungai selama musim dingin.
Dengan ramuan rahasia itu, pasukan wu selamat dari rasa gatal pada tangan / kaki karena kedinginan.
Sedangkan tentara yue yang tidak memiliki obat untuk melindungi kulit berhasil dikalahkan.
Setelah perang, orang yang menawarkan salep itu diberi tanah luas.
Ia menjadi kaya dan statusnya naik.

Walaupun ramuannya sama, orang yang tidak tahu menggunakannya hanya mencelup kain katun sepanjang waktu, sedangkan orang yang menggunakannya dengan kreatif diberi tanah dan gelar. Itu cara pandang yang berbeda meskipun bukan hasil penemuannya tetapi ia lebih mendapat keuntungan yang lebih banyak, sebab ia tahu dimana hal itu dapat digunakan.

Ayat 3 : pohon yang tidak berguna

Hua zi berkata kepada zhuang zi :
Saya tahu sebuah pohon raksasa bernama chu yang batangnya berliku-liku.
Dan cabangnya begitu berliku sehingga tidak bisa diukur dengan meteran.
Pohon itu ada dipinggir jalan tidak ada tukang kayu yang melihatnya.
Kata-katamu seperti pohon itu, besar tapi tak praltis. Siapa yang akan mempercayaimu ?

Zhuang zi berkata :
Pernahkah kau lihat rubah dan kucing liat ?
Untuk menangkap mangsanya, mereka melompat dan berlari tangkas, tapi terjatuh ke dalam perangkap dan mati.
Sedangkan yak memiliki tubuh besar seperti awan, tapi ia tidak bisa menangkap tikus.

Dari pada meributkan pohon yang tak berguna. Mengapa kamu tidak menanamnya di tempat terbuka untuk berteduh dan beristirahat ? Karena pohon ini tidak berguna, orang takkan datang dan menebangnya, maka tak perlu khawatir. Pohon besar selamat dari kapak karena tidak berguna, bagi pohon itu sendiri kegunaan dari yang tidak berguna adalah keuntungan yang besar. Maka dari itu lebih baik menjadi diri sendiri itu lebih menguntungkan.

Nan hua zheng jing bab 1.

Bab 1.

Ayat 1 : musik alam

Zhuang zi berkata :
Orang yang menyadari keberadaannya dan tak boleh mengambil keuntungan dari orang lain.
Ia tidak boleh mengambil masa kini dari masa lalu dan masa depan.
Ia tak boleh mengambil yang berharga dari yang tak berharga.
Ia tak boleh mengambil batas dari yang tak berbatas.
Ia tak boleh mengambil hidup dari mati.
Dengan demikian ia mendapat kebebasan dari berbagai tekanan.

Filsafat zhuang zi adalah filsafat kebebasan, tetapi bukan bebas lepas tak terkendali tetapi bebas dengan ikatan hati nurani / kedewasaan. Filsafat ini merupakan pengalaman yang dibatasi waktu dari tempat, dialami dalam ruang dan waktu yang tak terbatas.

Bagi kehidupan dunia adalah keteraturan tanpa hidup sedangkan yang dikejarnya adalah hidup tanpa keteraturan. Jadi semua itu bukan tak berbuat apa-apa tetapi berbuat sesuai apa yang dikatakan hati nurani, bukan terus semaunya sendiri tetapi menjalani aturan dengan sendirinya.

Ayat 2 : tahun besar dan tahun kecil

Zhuang zi berkata :
Konon peng zu hidup selama 800 tahun dan merupakan orang yang hidup paling lama.
Tapi ada ulat kecil bernama ephemera yang lahir saat fajar dan mati saat senja, ia tak tahu lamanya satu hari itu.
Ada serangga bernama jangkrik yang lahir dimusim semi dan mati dimusim panas. Ia tak tahu apa-apa tentang empat musim.

Tapi dilautan selatan negara chu hidup seekor kura-kura besar bernama ling yang mengalami 500 tahun musim semi dan 500 tahun musim panas.
Pada jaman pra sejarah, ada pohon bernama chun yang mengalami 8000 tahun musim semi dan 8000 tahun musim panas.

Ephemera dan jangkrik bisa disebut tahun kecil,
Sedangkan kura-kura ling dan pohon chun disebut tahun besar,
Tahun kecil tak pernah mengerti pengalaman tahun besar.
Bukankah peng zu hanya tahun kecil dibandingkan dengan kura-kura ling dan pohon chun ?
Bukankah menyedihkan bagi tahun besar jika orang menggangap peng zu berumur panjang ?

Ini semua adalah keadaan umum manusia yang merasa dirinya paling, sehingga ia tak melihat orang lain yang berada dibelahan dunia lain / dilingkungan lain. Menggangap apa yang dilakukan sebagai penemuannya dan orang lain tidak bisa melakukan dan ia yang pertama kali menciptakannya, itu semua tak ada gunanya sebab sebelum dia mungkin sudah ada yang melakukannya dan sebelum itu mungkin ada juga yang melakukannya.

Ayat 3 : kebanggaan  si pipit kecil

Zhuang zi berkata :
Ketika peng terbang, ia membumbung tinggi setinggi 90.000 li.
Melihat itu si pipit kecil berkata :
Ha ! Ha ! Ha !
Untuk apa sibodoh itu mengeluarkan banyak tenaga untuk terbang begitu tinggi ?
Bagiku, lebih baik terbang ke pucuk pohon untuk bernyanyi / kebumi untuk menangkap cacing sepuasnya.

Penerbangan, pengetahuan dan pandangan pipit kecil berbeda dengan peng.
Kita tidak perlu meniru si pipit kecil / iri hati pada peng besar.

Apapun yang dilakukan orang lain kita tidak perlu menirunya, lebih baik menjadi diri sendiri dari pada meniru / iri hati pada orang lain, itu semua lebih baik membanggakan meskipun tak ada yang memuji.